Showing posts with label Pemuda Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Pemuda Indonesia. Show all posts

Tuesday, 5 January 2016

Aplikasi karya Mahasiswa UGM untuk menjembatani warga dengan dokter hewan

Aplikasi karya Mahasiswa UGM untuk menjembatani warga dengan dokter hewan
Dilatarbelakangan permasalahan yang kerap dialami oleh para pemilik binatang peliharaan tentang peliharaan mereka, tiga mahasiswa UGM ini menciptakan sebuah aplikasi yang akan menjembatani para pemilik binatang peliharaan dengan para dokter hewan.

Aplikasi karya Muhammad Nuriy Nuha Naufal, dan Ibnu Mahmudin dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM, serta Nanang Makfi Mubarok dari Fakultas Teknik UGM yang disebut dengan dokterhewanku.com ini akan membantu para pemilik binatang peliharaan untuk dapat langsung berkonsultasi dengan dokter hewan terdaftar yang sedang online.
"Sering kali pemilik hewan peliharaan kesulitan ketika ingin berkonsultasi pada dokter hewan. Melalui aplikasi ini kami ingin mempermudah pertemuan melalui smartphone atau desktop,"  ungkap Muhammad Nuriy Nuha Naufal seperti dikutip dari krjogja.com.
Untuk saat ini aplikasi dokterhewanku.com sudah memiliki sekitar 100 user. Siapapun yang ingin berkonsultasi tentang peliharaan mereka dapat langsung mengakses aplikasi ini yang kemudian akan dapat langsung dijawab oleh dokter hewan yang sedang online.

Para dokter hewan yang sudah terdaftar kemudian dapat memberikan masukan dan saran terkait permasalahan yang dihadapi berdasarkan kacamata ilmu kedokteran hewan. 

Meskipun demikian, para dokter hanya dapat sebatas memberikan saran dan masukan, tidak sampai memberikan resep ataupun obat. Jika permasalahan tersebut memerlukan tindakan lebih lanjut, para dokter akan memberikan rekomendasi klinik hewan terdekat agar segera mendapatkan penangan yang lebih intensif.

Untuk yang tertarik menggunakan aplikasi ini, dapat langsung mengunjungi dokterhewanku.com. Sayangnya saat artikel ini ditulis situs tersebut sedang dalam kondisi maintenance. Semoga saat anda akses, situs sudah kembali beroperasi.

Referensi: KR Jogja

Sunday, 3 January 2016

Diam-diam ternyata Joe Taslim ikut main dalam Star Trek Beyond

Diam-diam ternyata Joe Taslim ikut main dalam Star Trek Beyond
Setelah trio The Raid 2, Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Cecep Arif Rahman, kemaren ketahuan ikut main dalam film fenomel Star Wars: The Force awakens, kini pemain The Raid yang lain, Joe Taslim, juga dikabarkan bermain dalam Star Trek Beyond.

Tidak seperti Trio The Raid sebelumnya yang baru ketahuan main di Star Wars ketika filmnya sudah diputar di bioskop, Joe Taslim sudah resmi diperkenalkan ikut berperan dalam Star Trek Beyond jauh jauh hari sebelum film ini dilepaskan ke layar lebar.

Meski baru akan diputar di bioskop 8 Juli 2016 mendatang, nama Joe Taslim sudah diperkenalkan sebagai salah satu cast film Star Trek Beyond sejak Juli tahun lalu. Meskipun demikian, peran Joe Taslim dalam Star Trek Beyond masih dirahasiakan.

Apakah Joe akan berperan sebagai penjahat yang menendang bokong salah satu tokoh utama lagi seperti saat bermain di Fast and Furious 6? Atau kali ini Joe akan berperan sebagai sekutu pihak yang baik??? Kita tunggu saja nanti saat Star Trek Beyond tampil di layar lebar 8 Juli 2016.

Sukses selalu klarirnya ya Mas Joe! God Job!

Referensi: CINEMABLEND

Lusia Efriani Kiroyan, Bolak Balik Penjara Demi Batik Girl

Lusia Efriani Kiroyan, Bolak Balik Penjara Demi Batik Girl
Adalah Lusia Efriani Kiroyan. Pencetus ide dibalik lahirnya Batik Girl. Apa saja sih yang istimewa dari Batik Girl karya Lusia ini?

Batik Girl lahir tidak hanya untuk sekedar peluang bisnis yang menguntungkan. Selain untuk memperkenalkan batik kepada masyarakat dunia, Lusia juga memberdayakan warga binaan di berbagai Lapas di kota Batam. 

Keluar masuk Lapas wanita di kota Batam kini menjadi semacam rutinitas bagi Lusia. Bukan karena sering terlibat kasus, melainkan untuk memberikan motivasi sekaligus memberikan bimbingan praktek langsung dalam memproduksi Batik Girl.

Bonekanya memang sudah jadi, tetapi model pakaian dan model rambutnyalah yang akan dibuatkan oleh para warga binaan tersebut. Setiap warga binaan akan diajari cara membuat pakaian boneka secara manual, kemudian dibebaskan untuk membuat modelnya sendiri-sendiri. Setiap boneka tidak boleh ada yang desain bajunya sama.

Biasanya kegiatan tersebut diberikan waktu sekitar 2-3 jam oleh pihak Lapas. Menurut penuturan Lusia, dalam rentang waktu yang sangat singkat tersebut, setiap orang biasanya mampu membuat 2-3 baju. Nantinya mereka akan mendapatkan 10.000 rupiah untuk setiap baju yang berhasil mereka produksi.

Untuk pemasarannya, Lusi menitipkan batik girl pada beberapa toko oleh-oleh di kota Batam, serta melalui pameran-pameran lokal maupun internasional. Untuk saat ini, Batik Girl sudah diekspor ke beberapa wilayah di Asia, Amerika, bahkan hingga Afrika. Harga jual di Indonesia sekitar 100.000 rupiah, sedangkan untuk internasional sekitar 10 USD.

Selama berkreasi dengan Batik Girl, Lusi berhasil memenangkan beberapa ajang kompetisi tingkat internasional. Sayangnya, kegiatan sosial-enterpreneurnya tersebut malah justru belum pernah mendapatkan penghargaan apapun dari dalam negeri.

Dana hibah yang didapat dari kompetisi internasional tersebut dipergunakan untuk pelatihan di berbagai Lapas di Batam dan di Jakarta. Hasil dari penjualan boneka pun bukan  sekedar untuk keuntungan pribadi dirinya. Melainkan untuk membantu anak-anak penderita kanker, HIV AIDS, dan berbagai kegiatan yayasan sosial yang ia dirikan seperti Yayasan Cinderella from Indonesia Center. yang memberdayakan ibu-ibu dari anak-anak jalanan.

Lusia menuturkan bahwa sebelumnya dia adalah penguasaha arang. Pada saat itu Lusia sudah sering keluar masuk penjara untuk memberikan motivasi. Lusia melihat banyak penghuni lapas yang masih dalam usia produktif, tetapi hukumannya lama karena terjerat kasus Narkoba. 

Sehingga Lusia terpikir untuk memberdayakan mereka. Melakukan sesuatu yang tidak hanya berfungsi sebagai terapi tetapi juga menghasilkan pemasukan untuk para warga binaan. Hingga terpikirlah Batik Girl ini.

Ada yang unik dibalik lahirnya Batik Girl. Dari sudut pandang Lusia, penjara bukanlah suatu tempat yang menyeramkan. Karena Lusia adalah seorang pengusaha, dia justru melihat penjara sebagai sesuatu yang lain. Pada saat itu Lusia ingin memiliki sebuah pabrik yang mempekerjakan banyak orang, tetapi pengajuan kreditnya ditolak pihak Bank. 

Lalu dia terpikir bahwa penjara itu seperti pabrik yang sudah siap pakai, lengkap dengan fasilitas mes, dan karyawannya. Tidak perlu membuat IMB, tidak perlu bayar listrik dan air, tidak perlu membangun dulu, dan di dalamnya sudah banyak orang yang siap kerja. Dan... jadilah Batik Girl yang diproduksi oleh para warga binaan.

Sudah kami bilang kan! Indonesia selalu punya orang-orang baik! Sukses selalu buat Lusia! Semoga Batik Girl semakin mendunia! God Job!

Referensi: Kick Andy

Tuesday, 29 December 2015

Sepeda futuristik ramah lingkungan karya Hijaber Bekasi

Adalah Giasa Lutfiah, seorang mahasiswi jurusan Desain Produk Industri, Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB), Bekasi yang menciptakan sepeda futuristik ini. Sepeda tanpa pedal yang sangat ramah lingkungan. Apa saja sih keistimewaan sepeda yang diberi nama "Bike Energy" ini?

Di bawah arahan dosen pembimbingnya yang juga merupakan Ketua Program Studi Desain Produk Industri ITSB, Ir. Oemar Handojo, M.Sn., Giasa mengolah aspek fungsi, durability, dan style untuk proyek sepeda bertenaga surya ini.

Butuh waktu hingga 1 tahun untuk bisa menyelesaikan Energy Bike. Tidak tanggung-tanggung cewek manis kelahiran 23 Juli 1994 ini sudah merogoh kocek hingga 10 juta rupiah hingga jadi prototype..

Bike Energy bergerak dengan menggunakan tenaga baterai yang di charge menggunakan tenaga surya. Tenaga tersebut didapat dari panel-panel surya yang terpasang di dek depan sepeda. Untuk sekali pengisian baterai 20 volt yang digunakan sepeda ini, butuh waktu sekitar 5 jam dijemur di bawah terik matahari.

Sebagai uji coba, Giasa sudah menggunakannya sendiri untuk berangkat dari tempat tinggalnya ke kampus ITSB yang berjarak sekitar 40 km dalam waktu tempuh 2 jam. Dari uji coba lain juga ditemukan bahwa Energy Bike mampu melaju hingga kecepatan 20 km/jam dengan mengangkut beban 100 kg. 

Sayangnya tidak ada info apakah selama perjalanan bersepeda di siang hari, panel surya tetap terus mengisi baterai atau tidak. Hanya disebutkan jika baterai habis saat perjalanan, kita harus mengendarainya seperti mengendarai otoped, karena sepeda ini tidak memiliki pedal.

Meski Bike Energy ini sebenarnya hanyalah sebuah proyek untuk Tugas Akhir Giasa. Namun tidak menutup kemungkinan untuk terus dikembangkan lagi kedepannya. Seperti memperbesar daya baterainya, atau desainnya dibikin lebih compact. 

Rektor ITSB, Ari Darmawan Pasek, mengaku sangat bangga dengan hasil karya salah satu mahasiswinya ini. Sebagai bukti keseriusannya, beliau mengatakan ingin menggandeng Sinar Mas untuk memproduksi Energy Bike. Nantinya sepeda tersebut akan digunakan oleh para mahasiswa ITSB untuk mobilitas area dalam kampus.

Sudah kami bilang kan! Indonesia selalu punya berita baik! Semangat ya Giasa!!! Semoga tidak hanya jadi diproduksi untuk konsumsi kampus saja, tetapi juga untuk komersil. God Job! 

Referensi: ITSB dan OKEZONE