Thursday, 7 January 2016

Indonesia satu-satunya negara ASEAN yang mengembangkan Jet Tempur

Indonesia satu-satunya negara ASEAN yang mengembangkan Jet Tempur
Bekerjasama dengan Korea Aerospace Industries (KAI), PTDI akan segera memproduksi dan mengembangkan pesawat tempur generasi 4.5 yang diberi nama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX).

Pesawat tempur generasi 4.5 ini merupakan salah satu generasi pesawat tempur paling mutakhir saat ini. Di Asia sendiri baru China yang sudah mengembangkan pesawat tempur generasi ini. Sementara India sepertinya juga baru akan memulainya seperti halnya Indonesia.
"Di Asia Tenggara baru kita. Kalau Asia sudah ada China yang kembangkan, Jepang belum. India juga belum tapi mereka baru mulai. Pakistan dia pakai lisensi China," uangkap Direktur Utama PTDI, Budi Santoso seperti dikutip dari detik.com (7/1/2016).
Dalam kerjasama ini Indonesia memiliki kontribusi sebesar 20%, sementara Korsel menanggung 80% sisanya.

Alasan Indonesia mau menggandeng Korea Selatan untuk proyek bernilai US$ 8 miliar ini adalah karena Korsel mau memberikan penguasaan teknologi 100% untuk Indonesia dengan melibatkan seluruh proses, dari proses pengembangan hingga proses produksi. Selain itu, pengalaman Korsel dalam pengembangan jet tempur T-50 Golden Eagle bersama Amerika Serikat juga menjadi perhitungan lain.

Dengan adanya proyek ini, diharapkan Indonesia memiliki satu lagi senjata baru untuk melindungi kedaulatan wilayah Udara NKRI tercinta ini. Senjata yang tidak hanya diimpor bekas dari negara-negara produsen senjata, tetapi senjata canggih yang benar-benar produksi bangsa sendiri.
"Pertahanan wilayah udara nomor satu. Ini sangat kritikal untuk pertahanan bangsa maka kita mesti punya sendiri (jet tempur). Alhasil, kita taruh insinyur terbaik untuk proyek KFX/IFX," tutur Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Andi Alisjahbana.
Konon proyek ini tidak hanya akan berhenti pada generasi 4.5, Namun juga memiliki visi masa depan hingga pengembangan pesawat tempur generasi 5 yang saat ini baru dimiliki oleh Amerika Serikat.

Maju terus Indonesia! Wujudkan mimpi menjadi negara yang berdikari! Amin.

Referensi: detik.com

Wednesday, 6 January 2016

Tak perlu menunggu kaya untuk membantu orang yang membutuhkan

Joko Mulyanto dan Tatik Musyarofah Kick andy
Tak perlu menunggu kaya atau bergelimang harta untuk bisa beramal dan membantu orang yang membutuhkan. Hal itulah yang dibuktikan oleh pasangan Joko Mulyanto dan Tatik Musyarofah. Meski penghasilannya pas-pasan, tetapi keduanya mampu mengasuh puluhan anak yatim piatu dan duafa.  

Bertempat di Jl. Warung Silah, Gang H. Saaman, Cipedak - Jagakarsa, Jakarta Selatan, Yayasan Benih Kebajikan Nusantara Al Hasyim yang didirikan oleh Pak Joko dan Istrinya kini menampung 35 anak asuh. Semua anak asuhnya tersebut tinggal satu atap dengan Pak Joko dan kelima anaknya.

Bagi Pak Joko dan istrinya, menerima anak asuh berarti memiliki tanggung jawab yang sama seperti merawat dan membesarkan anak-anak kandung sendiri. Keduanya memperlakukan mereka tanpa membedakan antara anak kandung dengan anak asuh.

Pak Joko dan istrinya tidak hanya merawat anak-anak asuh dengan memberi tempat tinggal dan kebutuhan sehari-harinya saja. Namun juga memberikan pendidikan moral dan agama dengan baik. Kini sudah ada sekitar 15 - 20 anak yang menjadi alumni dari panti asuhan Bani Hasyim. 

Kedepannya Pak Joko dan istrinya bercita-cita untuk dapat membuat asrama yang lebih besar lagi. Keduanya juga berharap mempunyai Sekolah Menengah Kejuruan Ilmu Terdepan, dengan tujuan agar anak-anak mempunyai ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Awal mula Pak Joko mulai mengasuh anak-anak duafa adalah saat Pak Joko bertemu dengan seorang anak yang bapaknya hilang saat kerusuhan 1998. Karena ibunya tidak bisa membiayainya bersekolah, Pak Joko menawarkan diri untuk merawat dan menyekolahkan anak tersebut. Padahal saat itu Pak Joko yang hanya bekerja sebagai seorang sopir sudah memiliki 2 orang anak.

Lalu kemudian pada tahun 2002, Pak Joko yang saat itu sudah memiliki 3 anak asuh berniat untuk mendirikan panti asuhan. Sejak saat itu, keduanya memutuskan untuk membuka rumah mereka sebagai panti asuhan. Dengan dana pas-pasan mereka mulai menghidupi beberapa anak asuh. Yang terpenting bagi mereka adalah anak-anak asuh mereka harus mendapatkan pendidikan sekolah.

Untungnya pihak sekolah mau memberikan dispensasi untuk anak-anak asuh Pak Joko. SPP tidak harus dibayarkan tiap bulan melainkan bisa dibayar saat pengambilan rapor saja. Namun tetap saja, Pak Joko tetap sampai harus menggadaikan Sertifikat tanah dan rumah untuk melunasi biaya sekolah tersebut.

Awalnya panti asuhannya tersebut hanya menampung anak-anak perempuan. Namun mereka tidak tega ketika melihat ada anak laki-laki yang membutuhkan bantuan mereka. Mereka pun memutuskan untuk menerima juga anak laki-laki.

Masalah kemudian kembali muncul ketika jumlah anak-anak asuh semakin banyak dan tidak cukup ruang lagi untuk menampung mereka. Pak Joko kemudian menjual mobilnya untuk memberi lahan. Sementara untuk membangun gedungnya Pak Joko melakukannya dengan mencicil. Mulai dari menabung material hingga pinjam ke Bank. 

Menurut penuturan Pak Joko, anak-anak asuh yang tinggal di Panti Asuhan mereka bukanlah anak-anak jalanan yang mereka cari untuk dirawat. Melainkan anak-anak yang sengaja dititipkan oleh pihak keluarganya untuk diasuh di Panti asuhan mereka. 

Meski kondisi keuangan sudah sangat pas-pasan, tetapi Pak Joko dan istrinya tetap tak kuasa untuk menolak. Satu hal yang menjadi pegangan mereka adalah, mereka yakin setiap anak yang dititipkan oleh Allah kepada mereka pasti sudah membawa rezekinya masing-masing.

Saat ditanya darimana mereka dapat uang untuk membiayai anak-anak sebanyak itu, Pak Joko tidak bisa menjawab dengan pasti. Beliau bahkan mengaku tidak tahu dari mana saja biaya tersebut mereka dapat.
"Nah itu dia, saya sendiri kadang-kadang nggak tahu juga, karena di sini saya yakin, matematika Tuhan sama kita beda," ungkap Pak Joko menanggapi pertanyaan Andy F. Noya saat ditanya darimana mereka mendapatkan uang untuk membiayai anak-anak asuh mereka. "Secara logika saya ini nggak masuk akal."
Yang lebih menyentuh lagi adalah keduanya sampai menggadaikan sepasang cincin nikah mereka untuk biaya anak asuh yang sampai saat ini sudah tidak bisa ditebus lagi karena sudah lama sekali jatuh tempo.

Alhamdulillah sejak tahun 2010 lalu Panti Asuhan Bani Hasyim sudah terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan HAM serta Dinas Sosial. Kini mereka sedikit bisa bernapas lega karena sudah ada beberapa donatur yang membantu membiayai Panti Asuhan mereka.

Referensi: Kick Andy

Tuesday, 5 January 2016

Stroke tak menghalanginya untuk terus mengajar

Ibu Arifah tak mau menyerah dengan stroke yang dideritanya sejak setahun yang lalu. Meski tertatih tatih, Ibu Arifah tetap semangat menjalankan tugasnya mengajar anak kelas dua SDN Karanganyar 03, Indramayu.

Berangkat dari rumah dinasnya yang tidak jauh dari sekolah, Ibu Arifah harus menggunakan tongkat dan dibantu anaknya untuk sampai ke tempat beliau mengabdi. Sesampainya di sekolah, beliaupun masih harus dibantu rekan-rekannya untuk mengajar di kelas yang begitu beliau cintai.
"Saya tetap semangat dan memilih untuk terus mengajar ketimbang tergolek lemah di tempat tidur," ujar Arifah seperti dikutip dari Okezone.com.
Kepala sekolah SDN Karanganyar 03, Lien Arlinah, mengungkapkan bahwa ibu Arifah memang memiliki semangat mengajar yang sangat tinggi. Namun karena kondisi kesehatannya tersebut, pihak sekolah hanya memberikan tugas mengajar kelas yang aktivitasnya sedikit.

Semangat terus ibu Arifah. Terima kasih kami ucapkan untuk semangat mengajarmu! Doa kami selalu mengalir untukmu dan para suri tauladan yang lain. Terima kasih.

Referensi: OKEZONE

Dosen ITS meraih penghargaan "Early Chemist Award" di Hawaii

Dosen ITS meraih penghargaan "Early Chemist Award" di Hawaii
Adalah Sri Fatmawati SSi MSc PhD, seorang dosen jurusan Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang meraih penghargaan "Early Chemist Award" di Hawaii pada tanggal 20 Desember 2015 lalu.
"Gelar yang diserahkan dalam ajang 'The International Chemical Congress of Pacific Basin Societies 2015' di Honolulu, Hawaii, 20 Desember 2015, itu merupakan apresiasi untuk kami," ungkap Sri Fatmawati seperti dikutip dari okezone.com.
Penghargaan ini diberikan kepada penyandang gelar "The Most Inspriring Woman" dalam Kartini Award 2015 itu atas penelitian dan makalahnya tentang penggunaan ekstrak berbagai tumbuhan untuk pembuatan obat diabetes.

Salah satu yang mendasari penelitian ini adalah fakta bahwa negara Indonesia tercinta ini memiliki potensi alam yang luar biasa dan ingin membuktikan khasiat tanaman obat yang selama ini digunakan masyarakat luas untuk diteliti secara ilmiah.

Namun untuk saat ini hasil penelitiannya tersebut masih dalam tahap riset dasar. Masih memerlukan penelitian lebih lanjut lagi sebelum dijadikan obat dan diproduksi secara massal.

"Early Chemist Award" sendiri merupakan penghargaan bagi 40 peneliti muda bidang ilmu Kimia dan Spektroskopi yang memiliki rekam jejak dan publikasi terbanyak yang diserahkan dalam kongres kimia.

Dalam kongres yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali tersebut terdapat sekitar delapan ribu makalah dari 71 negara se-Asia Pasifik. Dari Indonesia sendiri terdapat lima peneliti lain yang meraih penghargaan serupa, selain Fatma.

Sudah kami bilang kan! Indonesia itu punya banyak orang cerdas! Sukses selalu buat ibu Sri Fatmawati! Semoga penelitiannya dapat segera rampung dan bermanfaat bagi masyarakat banyak! Terima kasih!

Referensi: OKEZONE

Aplikasi karya Mahasiswa UGM untuk menjembatani warga dengan dokter hewan

Aplikasi karya Mahasiswa UGM untuk menjembatani warga dengan dokter hewan
Dilatarbelakangan permasalahan yang kerap dialami oleh para pemilik binatang peliharaan tentang peliharaan mereka, tiga mahasiswa UGM ini menciptakan sebuah aplikasi yang akan menjembatani para pemilik binatang peliharaan dengan para dokter hewan.

Aplikasi karya Muhammad Nuriy Nuha Naufal, dan Ibnu Mahmudin dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM, serta Nanang Makfi Mubarok dari Fakultas Teknik UGM yang disebut dengan dokterhewanku.com ini akan membantu para pemilik binatang peliharaan untuk dapat langsung berkonsultasi dengan dokter hewan terdaftar yang sedang online.
"Sering kali pemilik hewan peliharaan kesulitan ketika ingin berkonsultasi pada dokter hewan. Melalui aplikasi ini kami ingin mempermudah pertemuan melalui smartphone atau desktop,"  ungkap Muhammad Nuriy Nuha Naufal seperti dikutip dari krjogja.com.
Untuk saat ini aplikasi dokterhewanku.com sudah memiliki sekitar 100 user. Siapapun yang ingin berkonsultasi tentang peliharaan mereka dapat langsung mengakses aplikasi ini yang kemudian akan dapat langsung dijawab oleh dokter hewan yang sedang online.

Para dokter hewan yang sudah terdaftar kemudian dapat memberikan masukan dan saran terkait permasalahan yang dihadapi berdasarkan kacamata ilmu kedokteran hewan. 

Meskipun demikian, para dokter hanya dapat sebatas memberikan saran dan masukan, tidak sampai memberikan resep ataupun obat. Jika permasalahan tersebut memerlukan tindakan lebih lanjut, para dokter akan memberikan rekomendasi klinik hewan terdekat agar segera mendapatkan penangan yang lebih intensif.

Untuk yang tertarik menggunakan aplikasi ini, dapat langsung mengunjungi dokterhewanku.com. Sayangnya saat artikel ini ditulis situs tersebut sedang dalam kondisi maintenance. Semoga saat anda akses, situs sudah kembali beroperasi.

Referensi: KR Jogja

Sunday, 3 January 2016

Diam-diam ternyata Joe Taslim ikut main dalam Star Trek Beyond

Diam-diam ternyata Joe Taslim ikut main dalam Star Trek Beyond
Setelah trio The Raid 2, Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Cecep Arif Rahman, kemaren ketahuan ikut main dalam film fenomel Star Wars: The Force awakens, kini pemain The Raid yang lain, Joe Taslim, juga dikabarkan bermain dalam Star Trek Beyond.

Tidak seperti Trio The Raid sebelumnya yang baru ketahuan main di Star Wars ketika filmnya sudah diputar di bioskop, Joe Taslim sudah resmi diperkenalkan ikut berperan dalam Star Trek Beyond jauh jauh hari sebelum film ini dilepaskan ke layar lebar.

Meski baru akan diputar di bioskop 8 Juli 2016 mendatang, nama Joe Taslim sudah diperkenalkan sebagai salah satu cast film Star Trek Beyond sejak Juli tahun lalu. Meskipun demikian, peran Joe Taslim dalam Star Trek Beyond masih dirahasiakan.

Apakah Joe akan berperan sebagai penjahat yang menendang bokong salah satu tokoh utama lagi seperti saat bermain di Fast and Furious 6? Atau kali ini Joe akan berperan sebagai sekutu pihak yang baik??? Kita tunggu saja nanti saat Star Trek Beyond tampil di layar lebar 8 Juli 2016.

Sukses selalu klarirnya ya Mas Joe! God Job!

Referensi: CINEMABLEND

Lusia Efriani Kiroyan, Bolak Balik Penjara Demi Batik Girl

Lusia Efriani Kiroyan, Bolak Balik Penjara Demi Batik Girl
Adalah Lusia Efriani Kiroyan. Pencetus ide dibalik lahirnya Batik Girl. Apa saja sih yang istimewa dari Batik Girl karya Lusia ini?

Batik Girl lahir tidak hanya untuk sekedar peluang bisnis yang menguntungkan. Selain untuk memperkenalkan batik kepada masyarakat dunia, Lusia juga memberdayakan warga binaan di berbagai Lapas di kota Batam. 

Keluar masuk Lapas wanita di kota Batam kini menjadi semacam rutinitas bagi Lusia. Bukan karena sering terlibat kasus, melainkan untuk memberikan motivasi sekaligus memberikan bimbingan praktek langsung dalam memproduksi Batik Girl.

Bonekanya memang sudah jadi, tetapi model pakaian dan model rambutnyalah yang akan dibuatkan oleh para warga binaan tersebut. Setiap warga binaan akan diajari cara membuat pakaian boneka secara manual, kemudian dibebaskan untuk membuat modelnya sendiri-sendiri. Setiap boneka tidak boleh ada yang desain bajunya sama.

Biasanya kegiatan tersebut diberikan waktu sekitar 2-3 jam oleh pihak Lapas. Menurut penuturan Lusia, dalam rentang waktu yang sangat singkat tersebut, setiap orang biasanya mampu membuat 2-3 baju. Nantinya mereka akan mendapatkan 10.000 rupiah untuk setiap baju yang berhasil mereka produksi.

Untuk pemasarannya, Lusi menitipkan batik girl pada beberapa toko oleh-oleh di kota Batam, serta melalui pameran-pameran lokal maupun internasional. Untuk saat ini, Batik Girl sudah diekspor ke beberapa wilayah di Asia, Amerika, bahkan hingga Afrika. Harga jual di Indonesia sekitar 100.000 rupiah, sedangkan untuk internasional sekitar 10 USD.

Selama berkreasi dengan Batik Girl, Lusi berhasil memenangkan beberapa ajang kompetisi tingkat internasional. Sayangnya, kegiatan sosial-enterpreneurnya tersebut malah justru belum pernah mendapatkan penghargaan apapun dari dalam negeri.

Dana hibah yang didapat dari kompetisi internasional tersebut dipergunakan untuk pelatihan di berbagai Lapas di Batam dan di Jakarta. Hasil dari penjualan boneka pun bukan  sekedar untuk keuntungan pribadi dirinya. Melainkan untuk membantu anak-anak penderita kanker, HIV AIDS, dan berbagai kegiatan yayasan sosial yang ia dirikan seperti Yayasan Cinderella from Indonesia Center. yang memberdayakan ibu-ibu dari anak-anak jalanan.

Lusia menuturkan bahwa sebelumnya dia adalah penguasaha arang. Pada saat itu Lusia sudah sering keluar masuk penjara untuk memberikan motivasi. Lusia melihat banyak penghuni lapas yang masih dalam usia produktif, tetapi hukumannya lama karena terjerat kasus Narkoba. 

Sehingga Lusia terpikir untuk memberdayakan mereka. Melakukan sesuatu yang tidak hanya berfungsi sebagai terapi tetapi juga menghasilkan pemasukan untuk para warga binaan. Hingga terpikirlah Batik Girl ini.

Ada yang unik dibalik lahirnya Batik Girl. Dari sudut pandang Lusia, penjara bukanlah suatu tempat yang menyeramkan. Karena Lusia adalah seorang pengusaha, dia justru melihat penjara sebagai sesuatu yang lain. Pada saat itu Lusia ingin memiliki sebuah pabrik yang mempekerjakan banyak orang, tetapi pengajuan kreditnya ditolak pihak Bank. 

Lalu dia terpikir bahwa penjara itu seperti pabrik yang sudah siap pakai, lengkap dengan fasilitas mes, dan karyawannya. Tidak perlu membuat IMB, tidak perlu bayar listrik dan air, tidak perlu membangun dulu, dan di dalamnya sudah banyak orang yang siap kerja. Dan... jadilah Batik Girl yang diproduksi oleh para warga binaan.

Sudah kami bilang kan! Indonesia selalu punya orang-orang baik! Sukses selalu buat Lusia! Semoga Batik Girl semakin mendunia! God Job!

Referensi: Kick Andy